Yogyakarta – Kendaraan pikap baik itu yang single cabin atau double cabin sebenarnya cocok untuk di medan berat seperti berbatu, berpasir dan sebagainya. Namun bagaimana jika kendaraan pekerja itu dibuat hanya untuk jalanan mulus di perkotaan?

Kita lihat saja modifikasi yang dilakukan Yunanda Wirawan pada mobil Isuzu D-Max 2010 miliknya. Konsep yang ada di pikiran Yunanda keluar dari mindset kebanyakan yakni Mini Truck asal Amerika Serikat.

“Konsep ini dari AS. Modifikasi gaya ini di Yogyakarta cukup jarang. Makanya aku tertarik. Lagian gayanya juga sangat macho meski agak ceper yang terlihat hanya cocok untuk on road,” tegas pria yang akrab disapa Nanda itu kepada detikOto beberapa waktu lalu.

Secara keseluruhan ubahan yang dilakukan tidak tergolong frontal. Pria kelahiran 29 Juni 1991 itu hanya memaksimalkan penampilan dengan kaki-kaki besar dan part hand made. Dengan itu D-Max miliknya pun menjadi terlihat elegan dengan ban lebar dan pelek besar.

Nanda menggunakan bodikit, bumper depan belakang dan grill custom yang dibuatnya di Yogyakarta. Untuk kaki-kaki, pria yang masih lajang ini menyematkan pelek Gazario chrome 22 inci yang dibalut dengan ban Accelera berukuran 255/30-22.

Wah agak ceper jadinya. Jangan khawatir, segala sudut kaki sudah diperhitungkan dengan segala kondisinya. Makanya Nanda pun mengaplikasikan air suspension pada keempat kaki-kakinya.

“Pengerjaan ini agak sedikit sulit, soalnya dudukan suspensi harus benar-benar pas agar ketika naik ke atas tidak menyentuh pinggiran,” tandasnya.

Untuk mempertahankan ciri khas mobil, Nanda ternyata tidak merubah warna. Ia tetap mempertahankan warna silver bawaan pabrik. Nah anehnya ketika melongok ke kabin penumpang tidak banyak ubahan yang dilakukan pria bertubuh gempal satu ini.

Hanya sunroof dan beberapa komponen untuk penunjang berkendara setiap hari ia sematkan di kabin penumpang. Tidak ada system audio yang berlebihan.

“Eits, jangan salah,” sahut Nanda.

Ternyata sistem audio ia letakan di bagian bak mobil. Mmm, benar saja ketika kap bagian belakang terangkat dengan sistem hidrolik, nongol seperangkat sound sistem plus televisi layar datar.

Komponen itu ternyata bukan cuma untuk mempermanis tampilan dan kemewahan saja. Cukup handal untuk membuat jantung berdegup kencang.

Bagaimana tidak? Nanda menyematkan 1 subwoofer Agako, 4 unit subwoofer Strike, power amplifier strike dan soundstream dan capbank mass engineering sebanyak 3 unit. Kesemuanya itu terintegrasi dengan LCD Panasonic.

“Hasilnya lumayan, dengan ini gue bisa bergaul dengan teman-teman,” tutupnya tanpa ingin membocorkan dana yang telah ia kucurkan demi mobil modifikasi gaya anak muda AS satu itu.

Advertisements