INGIN menjamu kerabat atau teman warga Jepang, namun bosan dengan tempat makan yang itu-itu saja? Sebaiknya Anda kunjungi Restoran Misticanza. Di sini tersedia menu unik Italia bercita rasa Jepang.

Orang Jepang ternyata tidak fanatik terhadap masakan khas negaranya sendiri. Dewasa ini, mereka makan berbagai jenis hidangan dari seluruh dunia, terutama dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Tidak terkecuali kuliner asli Italia. Tidak heran, jika kemudian muncul berbagai restoran di Jepang yang menyajikan masakan fusion Jepang-Italia. Misticanza misalnya.

Di restoran tersebut tidak hanya nasi, sup, ikan, atau daging mentah dan buah-buahan, melainkan juga roti, pizza, pasta, dan salad namun dengan tambahan bumbu atau cara memasak khas Jepang.

Menurut General Manager Misticanza, MizaYazawa, orang Jepang memang terbuka terhadap masakan dari negara-negara lain, termasuk Italia dan negara Eropa lain. Saat ini, lanjut dia, di negara asalnya sudah banyak berdiri restoran Italia. Pengunjung restoran tersebut termasuk banyak dan menjadi salah satu favorit warga.

Untuk mengakomodasi kesukaan warga Jepang di Jakarta terhadap masakan Italia yang berkualitas dan bermutu tinggi, maka Misticanza dibuka. Restoran yang berlokasi di Sahid Sudirman Residence, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, ini menyajikan hidangan Eropa dengan cita rasa ala Jepang, plus atmosfer memikat berikut pelayanan yang prima.

“Kami berani buka karena menu Italia juga banyak yang mirip dengan masakan Jepang, seperti penggunaan ikan atau daging mentah sehingga tidak begitu asing di lidah kami. Di Restoran Misticanza, meskipun menu asli Italia, penggunaan bumbu dan bahannya disesuaikan dengan ciri khas dan kesukaan orang Jepang yang sehat juga segar,” kata Miza.

Contohnya, menu pembuka yang ada di sini, yaitu arancini atau biasa disebut kroket nasi. Ini adalah nasi risotto yang dibentuk bulat sedang yang dicampur dengan tinta cumi-cumi dan daun bawang, setelah itu dibalurkan tepung panir serta digoreng hingga kecokelatan. Nasi risotto terbuat dari beras khas Italia, Arborio, yang berukuran lebih besar daripada beras biasa.

Beras ini lalu dimasak dengan kaldu dan keju parmesan sehingga menghasilkan rasa yang creamy. Risotto juga kadang ditambahkan pasta tomat untuk lebih menguatkan rasa. Biasanya, arancini berisi keju yang meleleh. Namun, di Misticanza, isi kue ini berwarna kehitaman karena dicampur dengan tinta cumi-cumi. Rasanya gurih dan renyah. “Itu yang membuatnya unik dan berbeda karena penggunaan tinta cumi,” ujar Miza.

Di sini juga tersedia bagna cauda. Hidangan ini di negara asalnya dibuat dengan mencampurkan mentega, minyak zaitun, bawang putih, dan anchovy. Campuran tersebut kemudian dipanaskan dan disajikan selagi hangat bersama sayuran segar plus roti. Di sini minyak zaitun dan bawang putih diganti miso soup atau tauco yang terbuat dari fermentasi biji kedelai. Ini termasuk bahan makanan khas Jepang.

Sayuran yang bisa dipilih, mau direbus atau dibakar, sesuai selera tersebut meliputi asparagus, bunga kol, mentimun, wortel, tomat muda, bawang bombai, daun bawang, labu kuning, lettuce, dan selada air.

Di jajaran menu utama, Misticanza menyajikan risotto al scampi. Ini adalah nasi risotto dengan cream sauce plus tambahan udang galah di atasnya. Nasi risotto yang sengaja dibuat agak keras berasa sangat nikmat dan berasa udangnya karena memang dimasak menggunakan kaldu dari udang tersebut.
(SINDO//tty)