SAN FRANCISCO – Firma konsultan investor, Institutional Shareholder Services (ISS), mengklaim, Apple sebaiknya mulai memikirkan calon pengganti CEO-nya, Steve Jobs, yang harus cuti panjang akibat masalah kesehatan.

Januari lalu, Jobs memutuskan mundur dari operasional Apple karena harus menjalani perawatan untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Saat ini, COO Tim Cook bertugas mengisi peran Jobs dan mengawasi kegiatan operasional setiap harinya.

Keputusan Jobs mengambil cuti panjang rupanya memiliki dampak signifikan terhadap nilai saham Apple. Diketahui, beberapa waktu lalu, nilai saham Apple sempat turun, tidak lama setelah perusahaan mengumumkan cuti panjang Jobs.

“ISS meyakini, para pemegang saham akan diuntungkan jika Apple mengumumkan rencana mereka seputar suksesor Jobs,” demikian pernyataan ISS seperti dikutip Straits Times, Jumat (4/2/2011).

Namun, wacana itu segera mendapat tentangan dari Apple. Perusahaan yang berkantor di Cupertino, California, berharap para pemegang saham menolak proposal tersebut. Berdasarkan peraturan perusahaan, setiap rencana penggantian manajemen senior harus melewati penilaian ketat, serta menyiapkan sejumlah kandidat potensial.