SAN FRANSISCO – Ahli keamanan internet menganjurkan para pengguna untuk tidak menuliskan informasi alamat tempat tinggal dan nomor ponsel di profil Facebook.

Himbauan ini datang setelah jejaring sosial terbesar itu mengizinkan para pengembang aplikasi untuk mengakses informasi pengguna Facebook yang menginstal aplikasi.

“Izin ini akan diberikan secara eksplisit oleh pengguna ke aplikasi yang diinginkan melalui izin standar yang kami buat. Izin akses ini hanya boleh mendapatkan alamat dan nomor ponsel pengguna, bukan informasi dari teman jaringan pengguna,” ujar staf Facebook Jeff Bowen dalam blog resminya.

Pernyataan ini membuat khawatir ahli keamanan jaringan dari Sophos. Menurut analis Sophos, mereka meragukan jika Facebook akan mampu menjamin keamanan privasi penggunanya dengan langkah ini.

“Tidak akan butuh waktu lama bagi penjahat dunia maya untuk mengambil keuntungan dari fasilitas baru ini. Data itu pasti akan digunakan oleh penjahat dunia maya untuk keuntungan dirinya sendiri,” ujar Graham Cluley dari Sophos, seperti dikutip melalui The Age, Selasa (18/1/2011).

Meski pengguna Facebook akan dimintakan izin terlebih dahulu untuk mengakses informasi yang ada, namun di dunia maya seperti ini, Cluley yakin, makin banyak orang pintar yang bisa menyiasati akses tersebut secara ilegal.

Salah satu contohnya adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk mengumpulkan data seluruh nomor kontak yang ada di ponsel pengguna. Dari apllikasi itu, pengguna bisa menyedot semua informasi yang ada dan menggunakan nomor kontak tersebut untuk mengirim SMS spam, atau menjual nomor kontak tersebut kepada perusahaan telekomunikasi lain.

“Pengembang yang jahat akan memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan informasi personal dari pengguna,” ujar Cluley.

Oleh karena itu Cluley menghimbau sekali lagi kepada para pengguna Facebook untuk tidak menuliskan alamat tempat tinggal dan nomor telepon pribadi di profil. (srn)