VIVAnews – Komisi I DPR menyatakan tetap mendukung keputusan pemerintah dalam menyikapi masalah BlackBerry (BB) di Indonesia. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menilai Research In Motion (RIM) tidak akan rugi jika mematuhi undang-undang dan permintaan pemerintah.

“Logikanya sederhananya begini, kalau betul pelanggan BB itu 3 juta, pengguna handphone di Indonesia kan 178 juta. Artinya, ini pasar potensial BB kan,” kata Mahfudz kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa 18 Januari 2011.

Kalau RIM cerdas, kata dia, mereka pasti mau meraih Indonesia yang merupakan pasar besar. “Apa susahnya memblokir konten (porno) itu? Toh, para pengguna BB hajat utamanya bukan sekadar untuk akses pornografi kan?” tegas politisi asal PKS ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring memberikan waktu sampai 21 Januari bagi RIM untuk memenuhi keinginan pemerintah. Salah satunya, pemblokiran konten porno. Namun, RIM menawar tambahan waktu 100 jam. “Jadi kira-kira empat hari,” kata Mahfudz.

Prinsip Komisi I, kata dia, mendukung sikap pemerintah. Siapapun itu, baik provider atau operator harus mematuhi undang-undang yang berlaku di Indonesia. (sj)
Source: Vivanews.com