Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sepertinya butuh usaha ekstra ketika berhadapan dengan Research In Motion (RIM) di meja negosiasi. Salah satu yang harus dipegang teguh adalah soal ketegasan.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengakui, ketika berhadapan dengan produsen BlackBerry itu pihak Kominfo memang harus all-out untuk membereskan segala macam permasalahan.

“Sebab untuk menghadapi RIM harus pakai sikap tegas,” tukasnya ketika berbincang dengan detikINET, Selasa (18/1/2011).
Source: Detik.com
Misalnya, Gatot melanjutkan, ketika Menkominfo Tifatul Sembiring keukeuh hanya akan memberi waktu kepada RIM untuk memfilter konten porno di layanan internet BlackBerry hingga 21 Januari 2011 mendatang.

“Beliau (menkominfo-red.) tetap berpegang teguh masalah filtering ini harus diselesaikan pada 21 Januari, tidak bisa lagi ditawar,” tukasnya.

Jadi nantinya, jika RIM masih ngeyel tidak mau menjalankan filtering di internet BlackBerry siap-siap saja menerima konsekuensinya.

“Akses internet di BlackBerry akan ditutup, namun tetap bisa internetan pakai akses GPRS operator serta BBM (BlackBerry Messenger) dan push email,” jelas Gatot.

Pun demikian, pada pertemuan dengan RIM yang berlangsung kemarin, Kominfo menilai apa yang disampaikan vendor asal Kanada itu sebagai sesuatu yang positif. Mereka telah menyampaikan komitmen untuk mengikuti aturan di Indonesia.

“Bahkan siang hari seusai rapat dengan Kominfo, RIM langsung mengadakan konsolidasi dengan operator untuk membahas masalah teknis filtering ini,” tandasnya.

Ya, kita tunggu saja bukti nyata dari RIM. Apakah mereka benar-benar menganggap ketegasan yang telah disampaikan pemerintah?