Kala kita sedang menikmati hidup nyaman dan tenang, kita pasti jarang memperhatikan sekeliling kita. Kita sepertinya terlalu nyaman dengan hidup kita sendiri untuk mau meluangkan waktu kita untuk orang sekitar. Tetapi itu semua berubah ketika kita harus menghadapi masalah dengan hidup kita. Ketika kita tertimpa masalah yang besars di rumah atau di pekerjaan, barulah kita merasakan apa yang terjadi diluar sana. Kadang kita juga berpikir kenapa kita bernasib seperti ini? kenapa kita tidak bisa jadi lebih baik. Bagi soal seperti ini, jawabanya ada dua. Satu, nikamatisaja hidup apa adanya, atau pilihan kedua: Mau berusaha mengubah keadaan. Mengubah keaadan? Apakah mungkin?

Jawabannya sudah pasti mungkin. Kalo tidak, mana mungkin ada kisah-kisah kesuksesan di dunia ini. Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan jika kita mau mengubah keadaan: Bakat, Kemampuan, Lingkungan, dan Kemauan. Empat faktor ini perlu diperhatikan jika anda mau jadi orang sukses, itu kata orang-orang yang sudah berhasil lho… Saya hanya mengutip saja dan mencoba mengikuti nya.

Poin yang pertama dalam meraih sukses adalah bakat. Apakah bakat itu? bakat adalah sesuatu yang jadi minat kita. Setiap orang punya minat yang berbeda-beda. Minat setiap orang tereflesikan dari apa yang orang tesebut senang lakukan. Ada orang yang senang melakukan olah raga, memasak, bergaul, menyanyi dan lain sebagainya. Menurut pakar Psikologi yang saya lupa namanya, orang yang mampu mengeksploitasi bakatnya cenderung bisa meraih sukses lebih tinggi dibandingkan orang yang mempelajarinya saja, tanpa bakat. Jadi salah satu kunci dari kesuksesan adalah memahami bakat yang kita miliki. Dan jangan lupa, mau percaya atau tidak, semua orang punya bakatnya masing-masing. Tidak usah khawatir kita kehabisan bakat.

Poin kedua dalam meraih sukses adalahkemampuan. Kemampuan orang biasanya dilandasi atau dilatarbelakangi dari bakat orang tersebut. Tetapi itu tidak mesti dan bukan juga patokan baku. Kemampuan adalah skill atau ilmu yang didapat melalui pelatihan atau sekolah. Dengam modal pendidikan tertentu, seseorang biasanya mampu untuk berbuat lebih dengan apa yang dia punya. Seorang ibu dengan kemampuan memasak yang dia pelajari sewaktu membantu ibunya dahulu memasak, bisa memanfaatkan apa yang telah dia pelajari untuk memberikan pemasukan pada kas keluarganya. Dia bisa berjualan atau ‘menyewakan’ kemampuannya itu untuk membantu orang hajatan dan memeperoleh penghasilan. Seorang pemuda yang pernah mempelajari ilmu pertukangan kayu dapat menggunakan keahlianya untuk membuat mebeul/furnitur dan kemudian dijual untuk memperoleh penghasilan. Intinya adalah jika kita pikir kita tidak punya bakat, kita masih bisa menggunakan kemampuan atau keahlian yang kita pelajari untuk dapat mengubah keadaan kita.

Selain kedua fator yang telah disebut di atas, lingkungan juga memberi pengaruh yang besar pada kita untuk dapat mengubah keadaan. Lingkungan adalah semua hal yang ada di sekeliling kita. Baik itu ketetanggaan, orang-orang yang ada di sekitar kita atau teman-teman dekat kita, termasuk keluarga. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang mendukung terhadap kita-atau istilah kerennya kondusif. Lingkungan yang kondusif bisa dilihat dari keberhasilan orang-orang disekitar tersebut. Lingkungan yang kondusif biasanya memiliki orang-orang yang berpikiran positif dan mau menerima hal-hal baru yang baik. Hal ini ditandai dengan sikap yang mau menerima jika ada seseorang yang gagal. Malah mau membantu. Mau memberi dukungan dan semangat. Nah apakah anda ada di lingkungan seperti itu? Lingkungan kondusif adalah surganya orang-orang sukses. Begitu kata Pak Psikolog yang saya baca bukunya.

Nah, faktor terakhir dan juga penentu apakah kita mampu mengubah keadaan kita adalah kemamuan. Lho, kenapa kemauan? Tentunya saya tidak mungkin bilang keiyaan kan? hehehe. Kemauan adalah keinginan dari dalam diri setiap orang untuk melakukan sesuatu. Bila kita bisa bekerja seperti sekarang ini, itu artinya ada kemauan dalam diri kita untuk bekerja. Beberapa orang punya kemauan yang standar alias rata-rata. Sebagian lagi malah jauh lebih rendah. Dan sisanya adalah orang-orang yang punya kemauan yang tinggi dan tidak mengenal menyerah. Ibarat iklan batere “Keep on going…and going….and going…”. Nah orang-orang yang semacam inilah yang biasa anda baca di koran-koran atau majalah-majalah yang terkenal. Orang-orang sukses.

Nah itulah faktor-faktor yang katanya bisa membuat orang mampu mengubah keadaan. Jika kita mau mampu mengubah keadaan, setidaknya kita harus punya beberapa faktor tersebut, jika tidak semuanya. Saya sangat yakin, jika kita memiliki setidaknya 3 dari faktor tersebut, kita bisa mengubah keaadaan kita dan meraih sukses. Janji ya, mau berusaha memenuhi syarat yang saya sebut?

Blogged with the Flock Browser