Pak Mario yang baik,
Saya seorang ibu rumah tangga dengan seorang anak, dan sekarang sedang mengandung 6,5 bulan.
Sejak lahir saya memiliki penyakit bawaan, gangguan katup pada jantung yang sewaktu-waktu bisa membuat jantung berdebar-debar. Dalam kondisi hamil, beban jantung bertambah.
Pak Mario, bagaimana menyikapinya agar semuanya bisa berjalan sesuai yang diharapkan?
Saya ingin agar saya dan bayi saya sehat, jadi bagaimana caranya menghilangkan pikiran-pikiran negatif dan ketakutan-ketakutan yang selalu menghantui.
Saya selalu berusaha untuk meyakinkan diri bahwa segala ketakutan itu belum tentu akan terjadi tetapi selalu saja terbersit di pikiran saya. Pak Mario, apa yang sebaiknya saya lakukan?
Terima Kasih.

Mei, Depok

Mario Teguh menjawab:

Ibu Mei yang baik, saya bisa memahami masalah Anda.

Janganlah engkau pernah mengira bahwa hatimu rapuh.
Hatimu tidak rapuh, hatimu sangat kuat, dan sesungguhnya hatimu adalah sumber dari segala kekuatanmu.
Jika engkau merasa bahwa hatimu rapuh, itu hanya karena sikapmu yang rapuh. Ketahuilah bahwa kualitas sikapmu menentukan kualitas dari apa pun yang kau lihat, yang kau dengar, dan yang kau rasa. Sehingga apapun yang kau sikapi dengan baik, akan menerima perhatian yang baik pula darimu. Dan yang kau perhatikan akan tumbuh.
Maka, kekhawatiran itu tidak perlu ada pada saat dan sesaat setelah kita melakukan yang terbaik dari yang bisa kita lakukan. Perasaan khawatir tidak punya tempat di hati pribadi yang mengupayakan yang terbaik.
Disinilah perintah Alam untuk tidak khawatir itu berlaku, karena hanya pada saat ini lah – kita baru berhak menyatakan kepasrahan. Pasrah adalah hak dari dia yang telah berupaya maksimal, karena di saat-saat setelah itu lah Alam mengambil bagian untuk menyelesaikan yang belum kita selesaikan.
Begitu dulu ya, Ibu Mei. Semoga membantu.