MT Golden Moment

Telah sering kita mendengar orang menyalahkan yang terjadi kepada mereka sebagai penyulit dan penghambat perjalanan mereka untuk menjadi pribadi yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang kehidupannya. Tetapi kita juga tidak bisa membutakan diri dari kenyataan dalam keseharian kita, bahwa tidak sedikit orang yang menjadi korban dari kelemahan dan kesulitan – yang justru bangkit dari puing-puing, bara, dan abu kesulitan mereka, dan menjadi pribadi-pribadi berjaya.

Jika mereka bisa, setiap jiwa dari kita juga bisa.

Yang kemudian membedakan kita adalah kesediaan untuk berpikir, bersikap, dan berlaku sekualitas dengan mereka yang telah membuktikan kejayaan melalui kesulitan. Kami sangat terharu dengan kesungguhan rekan-rekan karyawan JW Marriott dan Ritz Carlton, yang mengumpulkan uang untuk mengundang saya berbicara dengan mereka. Ibu Linna dan saya tidak akan pernah dapat menerima uang yang mereka kumpulkan itu, dan langsung mengembalikannya kepada rekan-rekan untuk keperluan mereka.

Seminar berlangsung dalam perhatian baik Tuhan, sehingga kami melaluinya dengan kegembiraan dan ketulusan untuk menjadikan diri kita pemulia kehidupan bersama.

Kita tidak akan mengenal sebaik apa kemampuan diri kita untuk hidup dengan tulus dan bertenaga, sampai kita dihadapkan kepada sebuah kesulitan yang besar. Tetapi, bukankah Tuhan tidak pernah membebankan kesulitan yang lebih besar daripada kemampuan kita untuk menyelesaikannya?
Maka undangannya kepada kita adalah untuk menjadi pribadi yang tulus dan berserah kepada dorongan tangan Tuhan, yang selalu menujukan kita kepada kemuliaan.

Kita belum tentu mengerti bahwa setiap dorongan adalah untuk kemajuan kita, karena lebih sering daripada tidak – kita mengerti dorongan Tuhan sebagai tolakan yang memundurkan.

Jika kita mengakui-Nya sebagai Tuhan kita, maka berserahlah.

Lalu bekerja-keraslah, agar Tuhan menambahkan kecepatan dorongan Beliau. Kita sering hanya menyampaikan keluhan dan ratapan kepada Tuhan, tanpa meminta Beliau menganugerahkan sesuatu yang akan mengurangi atau menghapus keluhan dan kesulitan kita. Perhatikanlah, berapa banyak orang yang mengeluh dengan khusuk kepada Tuhan, tanpa meminta, lalu merasa sudah meminta.

Jika kita merasa ingin mengeluh kepada Tuhan, mengeluhlah; tetapi pastikan bahwa kita meminta yang akan membebaskan kita dari kekhawatiran dan ketakutan-ketakutan kita. Karena, setelah permintaan kita – semua upaya kita akan dijadikan Tuhan sebagai alasan bagi turunnya jawaban Beliau.
Perhatikanlah, bagaimana orang yang sejatinya hebat – masih hidup dalam kelemahan, karena dia hanya bersedia memikul beban kecil dalam kehidupan ini.

Orang hebat yang berperan kecil bagi kebaikan orang lain, akan menjadi orang yang hebat kecilnya.
Janganlah tampil sebagai orang yang terkalahkan, tetapi jangan juga tampil sebagai orang yang angkuh. Karena sebenarnya, kita adalah pribadi-pribadi sederhana yang sedang membangun kehidupan dengan tulus, berani, dan rendah hati. Dan dengannya, mudah-mudahan Tuhan menjadikan kita pribadi yang tidak sederhana nilainya bagi kehidupan. Maka marilah kita saling memuliakan, saling bertegur-sapa dengan ramah.

Marilah kita saling menasehatkan kebenaran, dan menasehatkan kesabaran.
Tidak semua saudara sedarah – berlaku seperti saudara. Maka syukurilah semua jiwa yang berlaku sebagai saudara kepada kita.Ternyata, jika kita sedang kebingungan untuk memilih isi hati, salah satu pilihan yang paling indah adalah mengisinya dengan doa bagi kebaikan sesama.

Tuhan adalah tempat kembalinya kita, se-selesainya kehidupan kita.Dan keluarga adalah tempat kembalinya kita, se-selesainya keseharian kita.

Sahabat-sahabat saya terkasih,
Begitu dulu ya?
Sampai kita bertemu secara pribadi suatu ketika nanti.
Marilah kita selalu bersaudara dalam menjadikan Indonesia sebagai tanah air yang mulia dan membanggakan.

Salam sayang untuk keluarga tercinta dari Ibu Linna dan saya.

Terima kasih dan salam super,
Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-814-2080 | For The Happiness Of Others | Jakarta