RSS

Category Archives: Travel

Situ Gede, Wisata Favorit di Tasikmalaya

TERKENAL sebagai kota santri, Tasikmalaya memiliki beberapa potensi wisata yang cukup mengagumkan. Salah satunyam Situ Gede. Oleh warga setempat, danau alami ini lebih dikenal dengan nama Situ Ageng.

Kawasan ini memiliki luas lebih kurang 47 hektare dengan kedalaman air antara 1,5 meter sampai dengan 6 meter. Situ Gede menjadi tempat tujuan wisata favorit karena danau ini merupakan obyek wisata alam satu-satunya yang ada di wilayah pemerintahan Kota Tasikmalaya dan dekat dengan pusat kota.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 28, 2011 in A word from us, Travel

 

“Pesona Ujung Genteng”

BERBEDA DENGAN PANTAI KUTA, Bali, pantai Ujung Genteng sangat jarang terdengar di telinga. Tepian pantai di wilayah selatan Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini menawarkan eksotisme alam yang tidak dimiliki daerah wisata lain.

Bagi pencinta petualangan dan pelancong sejati, langit biru dan gelombang laut di pantai Ujung Genteng adalah kerinduan. Riak air laut, yang kehijauan akibat bias warna lumut dan rumput laut, mampu memagnet pengunjung untuk menjejakkan kakinya di pantai. Saat laut surut, hingga jarak 100 meter dari garis pantai berpasir putih halus itu, ketinggian air hanya sebatas lutut.

Sebaran batu karang bak melengkapi panorama pantai pasir putih, yang boleh dibilang tercantik di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat. Keelokannya semakin terasa memesona kala mentari kembali ke peraduan.

Selain terkenal dengan ombaknya yang besar, pantai selatan ini juga sangat anggun dengan airnya yang bening dan pasirnya yang putih. Terumbu karang yang berhamparan tidak cukup mengganggu bagi penggemar pantai. Bila mengapungkan diri di atas airnya, bayangkanlah Anda berada di dalam aquarium alam yang indah.

Pantai ini juga menawarkan siapapun untuk bermanja-manja dengan keindahan matahari terbit juga matahari terbenam. Di sela-selanya, awan berarak melintas di atas kepala. Jika Anda gemar memancing, di sinilah tempatnya. Ujung Genteng kerap dikunjungi oleh para pemancing dari berbagai daerah.

Di kawasan pantai Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik. Penyu Hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan menjadi salah satu daya tarik. Sekali bertelur penyu betina bisa menghasilkan 100-200 butir telur. Agustus hingga bulan Maret, ditandai sebagai musim bertelur para Penyu betina. Penyu Hijau dewasa bisa mencapai panjang 1,5 meter dengan berat sampai 300 kg. Penyebaran Penyu Hijau ini hampir ada di seluruh dunia, dan memiliki sub spesies yang lebih dikenal dengan nama penyu hitam (Chelonia mydas agasizii).

Bagi peselancar, Ujung Genteng menawarkan lokasi Ombak Tujuh atau kawasan pantai yang memiliki ombak besar hingga berlapis tujuh.

Di luar pantai, tepatnya sungai Cikaso, terdapat air terjun atau dikenal dengan Curug Cikaso. Air terjun ini cukup menggoda mata untuk terjun ke kolamnya. Untuk sampai ke lokasi, dari daratan atau jalan raya pengunjung harus menggunakan perahu mesin yang siap mengantar tanpa harus berjalan kaki jauh.

Penginapan di kawasan Ujung Genteng belum cukup ramai seperti di kawasan wisata umumnya. Bangunan bambu atau disebut dengan pondokan berdiri di bibir pantai. Tarif penginapan beragam, dari Rp 200.000 hingga Rp 700.000 per malam. Umumnya wisatawan memesan penginapan 1-2 minggu sebelum kedatangan. Bahkan, ada yang memesan sebulan sebelumnya, terutama saat kedatangan bersamaan dengan libur sekolah.

Jika tidak sempat memesan tempat menginap, tidak perlu terlalu khawatir sebab sejumlah penduduk lokal biasanya bersedia menyewakan kamar dan rumah mereka. Tarifnya tidak jauh berbeda dengan tarif losmen Rp50.000-150.000 per malam.

Kilas Sejarah
jung Genteng adalah daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Letaknya lebih kurang 210 kilometer dari kota Jakarta. Pekerjaan sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan petani. Sebagian lain memproduksi gula kelapa hasil penyadapan Nira.

Nama Ujung Genteng berasal dari Ujung Gunting. Penamaan ini didasarkan pada posisi Ujung Genteng yang berada di ujung salah satu sudut pulau di Jawa Barat yang berbentuk gunting. Bagian ujung gunting bawah disebut Ujung Genteng, sedangkan bagian ujung gunting atas berada di Ujung Kulon.

Menuju Ujung Genteng
Bagaimana menuju ke Ujung Genteng? Jangan dulu membayangkan ada tempat pendaratan pesawat atau jalan tol yang mulus. Jalan yang ditempuh untuk menuju pantai yang indah ini memang membutuhkan perjuangan. Selain menanjak dan berkelok-kelok, kondisi jalanan cukup memprihatinkan: rusak dan berlubang di sana-sini.

Kendati demikian, lukisan alam di sepanjang jalan tidak mengecewakan. Perkebunan teh Surangga dan perkebunan kelapa menjadi pemandangan tersendiri. Dari kejauhan, garis Pantai Ujung Genteng dengan deretan nyiur yang menggoda mengobati lamanya perjalanan. Sesampainya di kawasan pantai, keletihan pun terbayar. Hembusan angin laut mengusir peluh yang membasahi badan.

Bila dari Bandung, Ujung Genteng ditempuh mencapai delapan jam. Rute berkendara adalah Bandung-Sukabumi- Lengkong-Jampang Kulon-Surade-Ciracap.

Jika menggunakan kendaraan roda empat dari kota Jakarta, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu antara 6 hingga 7 jam. Sementara jika anda penggemar roda dua, dari Jakarta Anda bisa menempuhnya dengan waktu 10-11 jam.
(uky)
Source:
travel.okezone.com

 
 

Tags: , , , ,

“Green Canyon”, Eksotisme di Utara Jawa Barat

Pantai berpasir terhampar luas sampai puluhan kilometer, diseling oleh tebing-tebing cadas, berpadu dengan sungai-sungai jernih berwarna hijau atau biru, “diwarnai” oleh desa asri nan hijau dan hutan yang masih lebat, menciptakan suasana keindahan luar biasa di pesisir selatan Ciamis Jawa Barat.

Terapit oleh Samudra Hindia dan daerah perbukitan, pesisir Ciamis Selatan dapat dicapai dalam waktu 5 jam dengan kendaraan bermotor dari Bandung melalui jalan yang mulus. Sebuah sungai besar yaitu Citanduy bermuara di dekatnya, beserta beberapa sungai lain berukuran sedang.

Tanah subur, laut penuh ikan, teluk terlindung dan air tawar melimpah membuat kawasan pesisir Ciamis Selatan telah dihuni oleh manusia sejak dari zaman Kerajaan Galuh pada abad ke-7 sampai abad ke-16. Pemerintah Hindia Belanda mendirikan perkebunan kelapa di sini, diikuti dengan pengembangan infrastruktur berupa pelabuhan dan jalur kereta api.

Pembangunan kereta api dilakukan pada tahun 1912, menembus perbukitan melalui tiga terowongan dan beberapa jembatan. Salah satu terowongannya, bernama Wilhelmina, merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia yaitu sekitar 1,2 km.

Sebuah “taman buru” juga dikembangkan di sini pada tahun 1920-an untuk kegiatan wisata bagi para pengelola atau bagi karyawan perkebunan berkebangsaan Belanda atau Eropa dari daerah sekitarnya.

Setelah kemerdekaan kegiatan wisata terus berkembang di pesisir Ciamis Selatan sampai kini dan menghadirkan satu pantai yang begitu terkenal yaitu Pangandaran.

Tldak terbantahkan lagi bahwa pusat pariwisata di pesisir Ciamis Selatan berada di Pangandaran dan telah tersedia berbagai fasilitas cukup lengkap di sini. Terdapat penginapan mulai dari hotel berbintang, sampai losmen atau rumah yang dapat disewa dari penduduk.

Makanan lezat disajikan oleh berbagai rumah makan, seperti hidangan laut nan segar, ikan air tawar bakar atau jenis kuliner lainnya. Toko-toko cenderamata juga tersebar di sini bersama dengan berbagai tempat rental peralatan untuk aktivitas wisata seperti sepeda tandem, ATV dan sepeda motor.

Suatu lahan menjorok ke laut bernama Pananjung – dahulunya berasal dari suatu pulau yang kemudian terhubung dengan daratan utama melalui tanah genting – membuat Pangandaran menjadi tempat ideal untuk melihat matahari terbit dan matahari tenggelam.

Pantai sebelah barat memiliki hamparan pasir lebar dan panjang, menjadi tempat mengasyikkan untuk berbagai kegiatan, termasuk berenang, terutama di pagi dan sore hari.

Di daerah Pananjung terdapat kawasan konservasi berupa taman wisata alam dan cagar alam dengan hutan yang masih rimbun, dihuni oleh rusa, monyet, lutung, biawak, kalong dan burung rangkong.

Tempat yang sering dikunjungi wisatawan dl daerah ini adalah pantai pasir putih nan menawan dan beberapa gua alam. Pengunjung juga dapat menjelajahi hutan untuk melihat bunga Rafflesia dan air terjun. Sayangnya terumbu karang yang ada telah rusak, walaupun kini dilakukan upaya untuk memulihkannya melalui kegiatan transplantasi karang.

Waktu terbaik mengunjungi Pangandaran adalah musim kemarau, saat laut tenang, ketika ikan, cumi, udang dan kepiting melimpah. Pada musim-musim liburan, Pangandaran dapat penuh sesak oleh pengunjung.

Namun, sebenarnya masin cukup banyak tersedia ruang di sepanjang pesisir Ciamis Selatan untuk kegiatan wisata. Pantai-pantai tidak kalah menarik lainnya dapat dijumpai di Krapyak dengan pasir putih dan pemandangan ke arah Pulau Nusa Kambangan, Pantai Batu Hiu untuk melihat pemandangan menakjubkan dari atas karang, atau Pantai Batu Karas dengan teluk yang tenang dan aman untuk berenang.

Pantai terakhir ini juga terkenal sebagai tempat selancar dan kini mulai banyak berkembang penginapan dan rumah makan. Pengunjung juga dapat berperahu di sungai Cijulang yang berwarna hijau, melewati ngarai terkenal dengan nama green canyon. Selain itu, pengunjung dapat berenang di kolam-kolam alami nan jernih pada aliran sungaisungai berasal dari gunung atau dalam gua.

Bagi mereka yang menyukai petualangan dapat mengikuti kegiatan jelajah pedesaan atau menelusun sisa jalur kereta api, termasuk terowongannya, dengan berjalan kaki atau memakai sepeda gunung.

Desa-desa di sini sangat hijau dan asri dengan penataan rumahnya yang rapi serta bersih, menghadirkan suasana tenang dan menyenangkan. Selain itu terdapat berbagai industri rumah tangga seperti pembuatan gula kelapa, tahu, tempe, kerupuk, wayang golek atau wayang kulit yang menarik untuk dilihat.

Kini para wisatawan terutama dari mancanegara mulai menyukai berbagai kegiatan tersebut untuk menikmati lebih banyak keindahan pesisir Ciamis Selatan.
(ahm)
Source:
travel.Okezone.com

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.