RSS

Category Archives: Finance

40 Juta Warga RI Belum Mau Taruh Uang di Bank

40 Juta Warga RI Belim mau taruh uang di BankJAKARTA – Sebanyak 40 juta orang di Indonesia tercatat belum mau menaruh uangnya di bank. Masalah keamanan dan kenyamanan uang pun menjadi alasannya.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Gatot Suwondo saat diskusi dalam acara Investor Daily Forum, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Gatot menjelaskan, hal tersebut menjadi tantangan bagi perbankan yang ada di Indonesia. Pihaknya pun hingga saat ini belum bisa menjangkau masalah tersebut.

Disamping itu, susahnya menggaet masyarakat untuk menaruh uangnya di bank disebabkan kepercayaan masyarakat akan bank sulit dibangun, seperti kenyamanan dan keamanan. “Masyarakat mau ke bank, kalau bank sudah memberikan produk yang sesuai,” ujarnya.

Diakuinya, dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan tersebut, pihaknya agak sedikit sulit, karena untuk membuat keamanan dan kenyamanan harus ada yang dikorbankan.

“Giliran mau dibuat nyaman, masyarakat komplain karena harus mengisi banyak data, sehingga menjadi tidak nyaman. Untuk mencapai keamanan dan kenyamanan harus ada yang dikorbankan salah satunya,” tutupnya.

 
Leave a comment

Posted by on June 23, 2011 in A word from us, Finance

 

Memulai investasi dengan Reksa Dana

Ketika anda mulai berpikir untuk berinvestasi, ada banyak sekali pilihan yang bisa anda ambil, terutama bila anda punya dana yang melimpah. Tetapi jika anda ingin berinvestasi tetapi kemampuan dana anda tidak semelimpah orang mampu, anda masih punya pilihan yang bisa memungkinkan anda berinvestasi dengan range dana yang ada.

Jawaban dari pertanyaan anda adalah Reksa Dana.
Hanya dengan dana minimal Rp. 1,000,000 (satu juta rupiah) anda sudah bisa memulai investasi.

Apakah Reksa Dana itu?

Reksa Dana adalah sebuah produk investasi yang diciptakan sebuah Manajer Investasi dengan menggalang dana dari individual yang ingin berinvestasi dengan dana awal yang minim. Dana ini kemudian digunakan untuk membeli saham, obligasi dan surat berharga lainnya dengan analisa pasar yang mendalam. Manajer investasi ini kemudian memutuskan kemana dana yang terkumpul dari masyarakat ini kemudian diputar. Sebagian dana ini diputar di pasar sekunder atau pasar modal, dan sebagian lagi diputar dalam saham dan obligasi dan sebagian lain dalam valuta asing. Tingkat investasinya terbagi dalam beberapa level: aman (secure-low gain), medium gain, high risk (resiko tinggi-high gain). Tinggal nanti anda pilih, sesaui dengan target rencana keuangan anda.

Ada banyak lembaga keuangan yang menawarkan produk semacam ini, namun anda harus teliti dengan lembaga keuangan yang menyediakan jasa seperti ini. Pilihlah dengan teliti, perhatikan background dari lembaga tersebut. periksa bank kustodian yang menjamin lembaga keuangan tersebut.

Dengan melakukan strategi di atas, anda dapat berinvestasi dan meningkatkan kekayaan anda secara aman dan tenang.

Roni-investor junior

 

Tags: , , ,

Kupon Sukuk Ritel 8,15 Persen


Jakarta, Kompas – Kementerian Keuangan menetapkan kupon untuk surat utang negara berbasis syariah ritel seri SR003 yang akan diterbitkan pada 23 Februari 2011 sebesar 8,15 persen. Ini setara dengan imbal hasil obligasi negara lain yang jatuh tempo tiga tahun, tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata suku bunga bank badan usaha milik negara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengungkapkan hal itu di Jakarta, Jumat (4/2).

Menurut Rahmat, pemerintah menyertakan premi risiko yang memang lebih kecil dalam penerbitan surat utang negara berbasis syariah (sukuk) SR003 ini. ”Premi risiko diberikan karena investor ritel pada umumnya memegang sukuk ritel hingga jatuh tempo,” ujarnya.

Ada 20 agen penjual yang akan memasarkan sukuk SR003. Investor yang tertarik sudah dapat memesan sukuk ini pada masa penawaran 7-18 Februari 2011.

Nilai satuan sukuk SR003 ditetapkan Rp 1 juta, tetapi setiap investor harus membeli minimal Rp 5 juta atau lima unit. Hasil pemesanan akan diumumkan pada 21 Februari 2011.

“Underlying asset (aset yang menjadi dasar transaksi) dalam penerbitan SR003 adalah Rp 10,8 triliun. Atas dasar itu, jumlah sukuk ritel yang akan diterbitkan akan jauh dari underlying asset itu,” ujar Rahmat.

Ke-20 lembaga keuangan yang menjadi agen penjual sukuk SR003 adalah Bank Mandiri, Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Mega Capital Indonesia, Bahana Securities, Bank Internasional lndonesia, Bank Syariah Mandiri, Danareksa Sekuritas, Bank Rakyat Indonesia, CIMB Niaga, Trimegah Securities, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Bank Negara Indonesia, dan Citibank NA.

Selain itu, juga dipilih Standard Chartered Bank, Sucorinvest Central Gani, Reliance Securities, Bank Permata, OCBC NISP, Ciptadana Securities, dan Kresna Graha Sekurindo.

Penunjukan ke-20 agen penjual tersebut ditetapkan dalam surat nomor S-04/MK.8/2011 tanggal 6 Januari 2011. Selain itu, Menteri Keuangan juga menunjuk konsultan hukum penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2011 melalui surat nomor S-03/MK.8/2011 tanggal 6 Januari 2011.

Sementara itu, nama konsultan hukum yang ditunjuk adalah Ary Zulfikar & Partner Legal Consultant. (OIN)

 
1 Comment

Posted by on February 17, 2011 in A word from us, Finance, Tips, World around us

 

Tags: , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.